Friday, June 24, 2011

Tentang Dukun, Peramal dan Kesyirikan



Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu (lalu mempercayainya) maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima." (HR. Muslim)

"Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan percaya kepada ucapannya maka dia telah mengkufuri apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam." (Abu Dawud)

"Sesungguhnya pengobatan dengan mantra-mantra, kalung-gelang penangkal sihir dan guna-guna adalah syirik." (HR. Ibnu Majah)

"Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal." (HR. Bukhari dan Muslim)

"Sesungguhnya syafa'atku diperuntukkan bagi umatku yang sama sekali tidak berbuat syirik kepada Allah." (HR. Ahmad)
 
Sesungguhnya kesyirikan itu adalah kezhaliman yang besar. (Luqman :13)
 
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An- Nisaa' : 48)

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (An- Nisaa' : 116)




Musibah paling mengerikan adalah kesyirikan. Karena kesyirikan puncak segala dosa, bisa mengeluarkan orang dari Islam, membatalkan aqidah keimanan. Mustahil diampuni bahkan diharamkan masuk surga.

Adapun pembunuhan, perzinahan, pencurian, korupsi, bahkan seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya itu perkaranya jauh lebih ringan daripada syirik. Karena kemaksiatan itu pada dasarnya hanya melanggar hak manusia. Sedangkan kesyirikan adalah melanggar hak Allah sang pencipta alam semesta.
 
Allah yang menciptakan manusia, memberinya rizky, dsb. Lantas manusia itu mencari Tuhan yang lain, menyekutukan Allah dengan benda-benda yang tak punya faedah, menumpahkan darah binatang untuk persembahan selain Allah. Sebagian manusia menganggap remeh, tapi justru Allah sangat murka.
 
Oleh karenanya, tutuplah rapat-rapat segala pintu kesyirikan, seperti ramalan bintang (zodiak), ilmu dan praktek perdukunan. Hindari menonton acara TV dengan narasumber dukun ataupun semacamnya yang menyamar menjadi kyai tapi ternyata mengabarkan perkara ghaib. Perkara ghaib adalah hak Allah, Hanya Allah yang tau perkara ghaib, baik tentang makhluk halus, tentang masa depan, maupun isi hati manusia.
 
Jauhi segala sesuatu yang mengarah kepada menyekutukan Allah dalam hak peribadahan, seperti berdoa kepada mayat, menyembah benda mati yang tak bisa memberi faedah, membuat sesaji untuk beribadah kepada jin, sedekah gunung, larung laut, dan semacamnya.

Mari berlindung kepada Allah dari segala macam kesyirikan, baik yang terang-terangan maupun yang samar.

Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya! dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah, tiada nabi sesudahnya.

No comments:

Post a Comment