Thursday, June 23, 2011

Berpegang Teguh pada Qur'an dan Sunnah diantara Syubhat dan Fitnah



“Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang ia kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya dan mendapatkan siksa yang menghinakan.” (Q.S. An Nisa’: 13-14)

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki maupun perempuan mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu ketetapan dalam urusan mereka, mereka memilih pilihan lain. Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia telah nyata-nyata sesat.” (Q.S. Al Ahzab: 36)

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu...” (QS. Al Ahzaab: 21)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. Abu Hurairah).
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah Kitabullah dan sebaik-
baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam sementara seburuk-buruk perkara adalah hal-hal yang diada-adakan, dan setiap hal yang diada-adakan itu adalah bid'ah dan setiap bid'ah itu adalah sesat dan setiap kesesatan itu berada di neraka."  (HR. an-Nasa`i)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Orang yang berpegangan kepada sunahku
pada saat umatku dilanda kerusakan maka pahalanya seperti seorang syahid."  (HR. Ath-Thabrani)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Berpegangteguhlah kalian dengan Sunnah-ku dan sunnah para Khulafa Ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk (setelahku).”  (HR. Al-‘Irbadh bin Sariyah)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Hendaklah kalian berpegang teguh kepada
sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk (Allah). Peganglah kuat-kuat sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama) karena semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)




Ketika terjadi banyak perselisihan, ketika muncul firqah-firqah (aliran) yang berbeda-beda pemahaman di tengah umat (tetapi) semuanya mengaku ahlus sunnah wal jama'ah. Maka kembalikan perkaranya kepada Qur'an dan Sunnah. Ketika manusia seolah-olah bebas menafsirkan ayat-ayat Qur'an dan Hadist Nabi semaunya sendiri, kembalikan kepada penafsiran para Sahabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in, dan ulama-ulama yang mengikuti mereka. Ketika syubhat dan fitnah begitu gencar di tengah-tengah kita, peganglah sunnah kuat-kuat. 

Islam sudah sempurna, syari'at sudah lengkap. Mustahil Nabi wafat kecuali Islam sudah diridhai Allah sang Robul 'alamin sebagai agama yang sempurna. Nabi shalallahu 'alaihi wasallam sudah menyampaikan semua ilmu kepada para sahabat radhiallahu 'anhum jami'an. Mereka generasi terbaik umat. Generasi percontohan yang mulia, yang mempraktekkan Islam secara kaffah (menyeluruh). Oleh karenanya, kita orang awam wajib ittiba (mengikuti) apa yang telah diajarkan Nabi shalallahu 'alaihi wasallam sesuai pemahaman para sahabat. Mereka yang paling paham tentang agama Islam.

Setiap ibadah wajib berdasarkan dalil, bukan berdasar logika maupun perasaan. Maka ketika muncul berbagai firqah yang mempunyai ritual ibadah berbeda-beda satu sama lain, dan saling berselisih. Maka kembalikan perkaranya pada praktek 3 generasi terbaik umat ini, para Sahabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in.

wallahu a'lam.

1 comment:

  1. Salah tu mas hadits yang nomor tiga ganti pake ini:

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallalaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku.”
    (HR. Malik).


    ReplyDelete