Friday, November 11, 2011

Keutamaan Diam (CEREWET ITU BAHAYA)

  1. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari)
     
  2. Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga. (HR. Bukhari)
     
  3. Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)
     
  4. Diam (tidak bicara) adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya. (HR. Ibnu Hibban)
     
  5. Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya. (HR. Asysyihaab)
     
  6. Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)
     
  7. Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR. Ath-Thabrani)
     
  8. Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
     
  9. Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung), sesungguhnya itu adalah penyembelihan. (HR. Bukhari)
     
  10. Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Nabi Saw, lalu beliau berkata kepadanya, "Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang)". (HR. Ahmad)
     
  11. Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yang suka memuji dan menyanjung-nyanjung.(HR. Muslim)
     
  12. Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai."(HR. Muslim)
     
  13. Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al Hakim)
     
  14. Semua umatku diampuni kecuali yang berbuat (keji) terang-terangan yaitu yang melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, "Hai Fulan, tadi malam aku berbuat begini...begini." Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza wajalla. (Mutafaq'alaih)
     
  15. Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Abu Ya'la)



Jangan bangga dulu menjadi orang cerewet!!

Tidak ada perkataan yang lebih indah daripada dakwah. Jika anda yakin apa yang anda katakan adalah kebaikan, maka bicara lebih baik daripada diam.  

Pada hadist nomor 1 digandengkan antara beriman kepada Allah dengan beriman kepada yaumil akhir. Karena pada hari kiamat nanti akan ada hari perhitungan, semua akan dipertanggung jawabkan, termasuk perkataan, kata per kata. Akan diminta pertanggung jawaban seluruhnya dan mustahil perhitungan Allah meleset sekalipun hanya 1 (SATU) kata. Maka berhati-hatilah dalam berucap.

Akan tetapi bukan berarti sebagai muslim harus diam membisu. Ramah tamah juga penting untuk menambah keakraban dalam ukhuwah. Mukadimah dalam berdakwah juga penting. Bercanda dengan orang tua (misalnya) juga penting. Muamalah dengan kawan lama juga butuh basa basi, dst. Intinya, sebagai muslim harus bisa menempatkan diri dalam berucap, hindari obrolan yang mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya.Niatkan selalu untuk ibadah, hindari perkataan sia-sia semampu mungkin. Dst.. dst.


Wallahu a'lam.

1 comment: